Sunday, 23 June 2019

Mungkin Ini Kegelisahan

Baiklah, gue mau coba nulis lagi di blog ini. Karena gue sendiri seperti menghilangkan kemampuan gue untuk menulis. Bisa dibilang, gue gak selancar dulu untuk soal tulis-menulis.



Banyak hal yang pengin gue tulis, tapi selalu tertahan dengan pikiran-pikiran:

"Ah, nanti malem aja nulisnya."

"Kayaknya gak perlu ditulis deh."

"Scrolling Instagram dulu, ah."

"Bete nih. Cari jodoh di Tinder, ah."

"Mabar kuy!"

Herannya gue gak bisa menunda itu semua.

Lagi-lagi, lagi-lagi. Setelah putus cinta, gue baru memaksakan diri untuk menulis lagi. Jadi semakin aneh gue. Mungkin kegelisahan gue emang soal cinta aja kali ya. Sebenernya mah banyak kegelisahan yang lain, tapi kadang males untuk berbagi cerita. Hahaha..

Baiklah kedepannya akan gue ceritakan untuk kegelisahan yang lain, selain cinta-cintaan.

Seperti yang gue katakan, gue nulis ini setelah sudah satu bulan lebih gue putus. Putusnya ya, karena, ah, gak bisa gue ceritakan. Hahaha.. Karena pasti gue bakal sedih. Tapi kalo penasaran, coba simpulkan aja isi postingan gue kali ini.

Kalo dipikir-pikir, ada hal yang mengherankan tentang kisah cinta gue. Baru sadar kemarin. Jadi setiap kali gue mendekati cewek, pasti selalu ada cowok yang berada disekitarnya. Entah itu mantan yang masih sayang, mantan gebetan yang ditolak, kakak ketemu gede, sahabat yang kebaperan, cowok yang pura-pura jadi temen, dan juga ada yang namanya fans.

Sumpah. Gue sangat muak dengan semua itu. Emang harus ya seperti itu? Gue juga udah males sebenernya untuk melakukan segala macam ritual PDKT. Males untuk jadi stalker, males untuk mengajak ngobrol duluan, males ngajak jalan, semuanya udah serba males deh.

Bukannya gak mau berjuang ya, tapi karena udah keseringan, jadinya mulai lelah. Tapi salut, sih, untuk semua pahlawan yang gak pernah lelah berjuang untuk melawan penjajahan.

Oh, ya, maaf kalo udah susah menemukan letak komedi di dalam tulisan gue ini. Karena entah, udah susah sekali berkomedi kembali. Gak percaya gue kalo ada yang tiba-tiba ketawa karena postingan ini. Tapi gapapa kok kalo ketawa. Hahaha..

Mau cerita-cerita juga soal aktivitas gue yang sekarang ini, biar pun gak ada yang peduli juga sih.

Akhirnya cita-cita gue untuk bekerja di bidang penerbitan pun terwujud. Sekarang ini gue bekerja di Noura Publishing, salah satu lini penerbit selain Mizan Publishing, dan Bentang Pustaka yang ada di bawah naungan Mizan Grup.

Menjadi penulis? Itu masih menjadi cita-cita gue kok. Walau pun dari Nyokap sendiri juga masih banyak melarang gue untuk menjadi penulis. Katanya gue gak bakal sukses. Tapi gapapa, gue tetap berjuang.

Sekarang juga gue suka bikin podcast di Spotify, judulnya 'Asian Talk with Rendy Aprizal', tadinya ngebahas soal pop culture sih, tapi sekarang ya, kayaknya jadi bahas apa aja. Hanya karena bingung pembahasan. Hahaha..



Untuk YouTube, sekarang udah 100% berhenti sih. Karena gue juga udah lelah dengan pekerjaan. Mau mengumpulkan uang untuk membeli kamera juga. Selama ini gue merekam video hanya dengan kamera hp. Tapi gue maksimalkan aja. Hahaha..


Di Twitter juga mulai aktif lagi, sedangkan Instagram hanyak aktif untuk InstaStory aja sih. Kalian bisa cari '@rendy_aprizal' aja. Kalo mau di-follow balik atau mutualan (kalo kata anak Twitter), tinggal DM aja.


Nulis apa lagi ya, ini gue jadi cuma ngelaporin kekurangkerjaannya gue aja. Tapi terima kasih kalo udah mau baca sampai sini.

Oh ya, jangan lupa di-follow juga podcast gue. Selain di Spotify, juga ada di Anchor.fm, iTunes, Google Podcast, Pocket Casts, Radio Public, dan TuneIn.


Apalagi ya yang mau gue kabarin? Oh ya, lupa. Gue jomblo lho *mengatakan dengan bangga*. Jadi buat yang suka gue, buruan deketin gue. *kemudian segerombolan lebah datang dan menyengat*

Padahal bukan ini yang pengin gue tulis. Astaganagatralalatrilili (ini masih lucu gak? heran sih kalo lo menganggap itu masih lucu).

Udah ya. Dadah!

Sunday, 6 January 2019

Dikutuk Menjadi Bola




Bagaimana rasanya jika kita tiba-tiba dikutuk menjadi sebuah bola?⠀

Dioper ke sana-sini. Ditendang. Diinjak. Dilempar. Dan yang paling menjijikan adalah ketika juga diludahi. Gimana?⠀

Ini sama seperti ketika kita sedang terpuruk. Kita butuh tempat untuk bercerita, dioper ke sana-sini.⠀

Sekalinya cerita, harga diri diinjak. Seperti disangka sedang melucu.⠀

Lagi cerita, ada hal yang bikin tersinggung, dilempari cacian. Akhirnya, semakin terpuruk.⠀

Semakin bingung mencari tempat bercerita. Media sosial pun menjadi pilihan terakhir. Tapi hasilnya? Diludahi dengan komentar-komentar negatif.⠀

Kasian, ya, jika jadi bola?⠀

Tulisan ini sebenarnya untuk menyinggung Kapten Tsubasa Pahlawan Kita Kupu-Kupu Tendangan Berputar.⠀

Jadi, gimana, kalo dikutuk menjadi sebuah bola?⠀


#30haribercerita⠀⠀⠀
#30HBC1906⠀⠀⠀
#30HBC⠀⠀⠀
#30HBC19

Saturday, 5 January 2019

Berat



Tadinya, gue mau menulis hal yang berat. Tapi gimana, ya. Gue aja kecil.⠀

Hidup ini berat, ya. Banyak tuntutan. Banyak standar. Kenapa kita gak boleh membuat itu nyaman untuk diri sendiri dulu?⠀

Berat, ya. Orang pagi-pagi dorong gerobak, ngangkat beras, jual nasi uduk, jual bubur. Kenapa gak nyantai aja dulu? Jualannya nanti siang aja.⠀

Hidup gue, berat. Mau cerita, selalu ditimpal,"Masih mending elu. Lah gue.." Mau dengerin keluhan temen juga rasanya malah nambah berat.⠀

Sebenernya berat itu standarnya berapa? Kenapa berat itu harus yang seperti itu?⠀

Ketika menulis ini, kepala gue juga kerasa berat. Kalo ditimbang, mungkin bisa buat beli nasi uduk, bubur ayam.⠀ ⠀

Gue juga gak tau. Tulisan gue ini udah terasa berat atau belum. Kalo pas baca terasa berat, mungkin baiknya disudahi saja bacanya. Jangan coba baca dari awal lagi.⠀

Berat. Biar gue aja.⠀ ⠀


#30haribercerita⠀⠀
#30HBC1905⠀⠀
#30HBC⠀⠀
#30HBC19

Friday, 4 January 2019

Basis Penggemar



Dulu rasanya kalo idola itu gak punya komunitas penggemar rasanya seperti masak sayur tanpa sayur.⠀

Sekitar 6 tahun yang lalu, Twitter masih sangat sering gue pakai. Komunitas penggemar AKB48 juga banyak yang mendadak aktif dan bermunculan.⠀

"Wah, ini fanbase Iriyama Anna belum ada nih. Apa gue bikin aja ya?" gue bertanya dalam hati. Sebenernya ada sih, beberapa, tapi itu gak jelas. Gue mau bentuk yang jelasnya.⠀

Akhirnya, gue bikin @AnninFansID di Twitter, maksudnya Anna Iriyama Fans Indonesia. Dan terkumpulah sekitar 3000-an. Tapi barusan gue cek, turun jadi 2600-an. Untuk anggota grup Facebook itu sama, 2500-an anggota, ya. Belum halaman penggemar Facebook.⠀

Mulai dari logo, stiker, baju gue desain sendiri dengan beberapa masukan dari teman-teman. Dan ya, jadi lah berbagai merchandise yang gak resmi sama sekali.⠀

Rumah gue sendiri beberapa kali jadi tempat singgah untuk penggemar AKB48 dan JKT48 yang dari luar kota. Biasanya sih pas mau konser-konser besar di Jakarta. Tapi gue sendiri gak pernah pergi ke konsernya. Sumpah.⠀

Kalo diingat kembali, gue sendiri bingung gitu, kenapa membentuk komunitas penggemar. Tapi terima kasih juga, setelah itu, banyak bantuan dari Bimo, Angga, Chandra, Angger, Karel, dan yang paling baru banget bergabung untuk bantu-bantu, Jannah. Dan bantuan-bantuan dari teman-teman komunitas lainnya.⠀

Sekali lagi, terima kasih banyak. Tanpa banyaknya bala bantuan, basis penggemar Anna Iriyama di Indonesia gak akan sebanyak ini.⠀

#30haribercerita
#30HBC1904
#30HBC
#30HBC19

Thursday, 3 January 2019

Masak Air Tidak Matang⠀


"Pa, selamat ulang tahun"⠀

"Bukan! Bukan sekarang, Bang," Nyokap gue ngomong dengan nada rendah sambil memberika gesture sekarang-bukan-ulang-tahun-papamu-anakku-yang-pinter.⠀

Bokap gue terdiam, kemudian bilang,"Kamu kecepetan, Bang"⠀

"Yang tanggal 3 itu Mama sama Dedek. Kamu lupa nih, Bang"⠀

Sumpah bukan gue lupa. Gue keingetnya tanggal 3. Dan itu gue ucapkan hari ini ketika selesai mandi. Setelah itu, gue cuma bisa cengengesan. Hehehe.⠀

Orang terpelit, menurut gue ya, Bokap. Dulu gue minta beli pulsa suka banyak alasan. Padahal Bokap sendiri yang menjanjikan.⠀

Gue juga suka kena marah ketika gue suka bertindak gegabah dan terburu-buru. Contohnya, gue lagi mau masukin mobil ke garasi.⠀






"Kiri.. Kiri Kiri.. Kanan. Banting kanan.."⠀

Prak! Prak! Prak! Sisi kiri mobil di ketuk Bokap karena mobil yang lagi gue kendalikan hampir mau bergesek dengan dinding.⠀

"Bisa gak sih kamu, Bang?"⠀

"Te.. Tenang.. Pa," gue berusaha menenangkan Bokap tapi nampaknya membuat darah Bokap meninggi.⠀

"Ah udah, sini Papa aja" Akhirnya Bokap yang finishing.⠀

Misalkan gue ditanya, siapa koki terhebat, gue bakal jawab dengan lantang dan percaya diri,"Bokap gue."⠀

Bokap gue ini juga pinter masak, ya. Sayangnya gak menurun ke gue. Gue cuma bisa masak air, kemudian kepala gue ditepungin.⠀

Dan ya, itu lah keluarga gue. Nyokap, Bokap, Adek. Udah gue ceritakan, ya. Sedikit aja, kalo banyak, jadi buku nanti.⠀

#30haribercerita
#30HBC1903
#30hbc
#30HBC19

Wednesday, 2 January 2019

Penyebab Pintu Rusak



Gue pernah gedor pintu pakai kaki, sampai jebol. Dan semua itu ada alasannya. Adek gue mengurung dirinya di kamar. Kamar yang di mana itu juga kamar gue.

Untungnya, sekarang kamar kami sudah terpisah.

Banyak yang merasa hidupnya akur-akur aja dengan saudara, entah itu adik atau kakak. Berbeda dengan gue. Seringkali bertengkar.

Adek gue ini orangnya pendiem, suka manja, dan suka ngambek. Tapi dia religius. Berbanding terbalik dengan gue.

Belum lama ini, gue mengajak dia ke bioskop. Nonton Spiderman: Into Spider-verse. Ini pertama kalinya gue ngajak dia nonton berdua. Selain itu juga gue jajanin sesuatu yang mahal — by the way gue orangnya perhitungan.

Tahun lalu dia udah ngasih tau gue dari awal tahun kalo dia pengin nonton film Detective Conan yang baru. Dan dengan bodohnya, gue ini lupa. Karena biasanya gue nonton Detective Conan bareng Yoda. Temen gue, Yoda, kebetulan lagi gak bisa nonton juga. Jadi, ya, gak ada yang mengingatkan.

Setidaknya gue akhirnya bisa mentraktir adek gue tanpa harus memikirkan biaya, karena ya, gue sangat bersyukur dengan rezeki yang gue terima.

Semoga nanti bisa nonton Detective Conan. Tanpa gue harus mendobrak pintu lagi.

#30haribercerita
#30HBC1902
#30HBC
#30HBC19