Sunday, 6 January 2019

Dikutuk Menjadi Bola




Bagaimana rasanya jika kita tiba-tiba dikutuk menjadi sebuah bola?⠀

Dioper ke sana-sini. Ditendang. Diinjak. Dilempar. Dan yang paling menjijikan adalah ketika juga diludahi. Gimana?⠀

Ini sama seperti ketika kita sedang terpuruk. Kita butuh tempat untuk bercerita, dioper ke sana-sini.⠀

Sekalinya cerita, harga diri diinjak. Seperti disangka sedang melucu.⠀

Lagi cerita, ada hal yang bikin tersinggung, dilempari cacian. Akhirnya, semakin terpuruk.⠀

Semakin bingung mencari tempat bercerita. Media sosial pun menjadi pilihan terakhir. Tapi hasilnya? Diludahi dengan komentar-komentar negatif.⠀

Kasian, ya, jika jadi bola?⠀

Tulisan ini sebenarnya untuk menyinggung Kapten Tsubasa Pahlawan Kita Kupu-Kupu Tendangan Berputar.⠀

Jadi, gimana, kalo dikutuk menjadi sebuah bola?⠀


#30haribercerita⠀⠀⠀
#30HBC1906⠀⠀⠀
#30HBC⠀⠀⠀
#30HBC19

Saturday, 5 January 2019

Berat



Tadinya, gue mau menulis hal yang berat. Tapi gimana, ya. Gue aja kecil.⠀

Hidup ini berat, ya. Banyak tuntutan. Banyak standar. Kenapa kita gak boleh membuat itu nyaman untuk diri sendiri dulu?⠀

Berat, ya. Orang pagi-pagi dorong gerobak, ngangkat beras, jual nasi uduk, jual bubur. Kenapa gak nyantai aja dulu? Jualannya nanti siang aja.⠀

Hidup gue, berat. Mau cerita, selalu ditimpal,"Masih mending elu. Lah gue.." Mau dengerin keluhan temen juga rasanya malah nambah berat.⠀

Sebenernya berat itu standarnya berapa? Kenapa berat itu harus yang seperti itu?⠀

Ketika menulis ini, kepala gue juga kerasa berat. Kalo ditimbang, mungkin bisa buat beli nasi uduk, bubur ayam.⠀ ⠀

Gue juga gak tau. Tulisan gue ini udah terasa berat atau belum. Kalo pas baca terasa berat, mungkin baiknya disudahi saja bacanya. Jangan coba baca dari awal lagi.⠀

Berat. Biar gue aja.⠀ ⠀


#30haribercerita⠀⠀
#30HBC1905⠀⠀
#30HBC⠀⠀
#30HBC19

Friday, 4 January 2019

Basis Penggemar



Dulu rasanya kalo idola itu gak punya komunitas penggemar rasanya seperti masak sayur tanpa sayur.⠀

Sekitar 6 tahun yang lalu, Twitter masih sangat sering gue pakai. Komunitas penggemar AKB48 juga banyak yang mendadak aktif dan bermunculan.⠀

"Wah, ini fanbase Iriyama Anna belum ada nih. Apa gue bikin aja ya?" gue bertanya dalam hati. Sebenernya ada sih, beberapa, tapi itu gak jelas. Gue mau bentuk yang jelasnya.⠀

Akhirnya, gue bikin @AnninFansID di Twitter, maksudnya Anna Iriyama Fans Indonesia. Dan terkumpulah sekitar 3000-an. Tapi barusan gue cek, turun jadi 2600-an. Untuk anggota grup Facebook itu sama, 2500-an anggota, ya. Belum halaman penggemar Facebook.⠀

Mulai dari logo, stiker, baju gue desain sendiri dengan beberapa masukan dari teman-teman. Dan ya, jadi lah berbagai merchandise yang gak resmi sama sekali.⠀

Rumah gue sendiri beberapa kali jadi tempat singgah untuk penggemar AKB48 dan JKT48 yang dari luar kota. Biasanya sih pas mau konser-konser besar di Jakarta. Tapi gue sendiri gak pernah pergi ke konsernya. Sumpah.⠀

Kalo diingat kembali, gue sendiri bingung gitu, kenapa membentuk komunitas penggemar. Tapi terima kasih juga, setelah itu, banyak bantuan dari Bimo, Angga, Chandra, Angger, Karel, dan yang paling baru banget bergabung untuk bantu-bantu, Jannah. Dan bantuan-bantuan dari teman-teman komunitas lainnya.⠀

Sekali lagi, terima kasih banyak. Tanpa banyaknya bala bantuan, basis penggemar Anna Iriyama di Indonesia gak akan sebanyak ini.⠀

#30haribercerita
#30HBC1904
#30HBC
#30HBC19

Thursday, 3 January 2019

Masak Air Tidak Matang⠀


"Pa, selamat ulang tahun"⠀

"Bukan! Bukan sekarang, Bang," Nyokap gue ngomong dengan nada rendah sambil memberika gesture sekarang-bukan-ulang-tahun-papamu-anakku-yang-pinter.⠀

Bokap gue terdiam, kemudian bilang,"Kamu kecepetan, Bang"⠀

"Yang tanggal 3 itu Mama sama Dedek. Kamu lupa nih, Bang"⠀

Sumpah bukan gue lupa. Gue keingetnya tanggal 3. Dan itu gue ucapkan hari ini ketika selesai mandi. Setelah itu, gue cuma bisa cengengesan. Hehehe.⠀

Orang terpelit, menurut gue ya, Bokap. Dulu gue minta beli pulsa suka banyak alasan. Padahal Bokap sendiri yang menjanjikan.⠀

Gue juga suka kena marah ketika gue suka bertindak gegabah dan terburu-buru. Contohnya, gue lagi mau masukin mobil ke garasi.⠀






"Kiri.. Kiri Kiri.. Kanan. Banting kanan.."⠀

Prak! Prak! Prak! Sisi kiri mobil di ketuk Bokap karena mobil yang lagi gue kendalikan hampir mau bergesek dengan dinding.⠀

"Bisa gak sih kamu, Bang?"⠀

"Te.. Tenang.. Pa," gue berusaha menenangkan Bokap tapi nampaknya membuat darah Bokap meninggi.⠀

"Ah udah, sini Papa aja" Akhirnya Bokap yang finishing.⠀

Misalkan gue ditanya, siapa koki terhebat, gue bakal jawab dengan lantang dan percaya diri,"Bokap gue."⠀

Bokap gue ini juga pinter masak, ya. Sayangnya gak menurun ke gue. Gue cuma bisa masak air, kemudian kepala gue ditepungin.⠀

Dan ya, itu lah keluarga gue. Nyokap, Bokap, Adek. Udah gue ceritakan, ya. Sedikit aja, kalo banyak, jadi buku nanti.⠀

#30haribercerita
#30HBC1903
#30hbc
#30HBC19

Wednesday, 2 January 2019

Penyebab Pintu Rusak



Gue pernah gedor pintu pakai kaki, sampai jebol. Dan semua itu ada alasannya. Adek gue mengurung dirinya di kamar. Kamar yang di mana itu juga kamar gue.

Untungnya, sekarang kamar kami sudah terpisah.

Banyak yang merasa hidupnya akur-akur aja dengan saudara, entah itu adik atau kakak. Berbeda dengan gue. Seringkali bertengkar.

Adek gue ini orangnya pendiem, suka manja, dan suka ngambek. Tapi dia religius. Berbanding terbalik dengan gue.

Belum lama ini, gue mengajak dia ke bioskop. Nonton Spiderman: Into Spider-verse. Ini pertama kalinya gue ngajak dia nonton berdua. Selain itu juga gue jajanin sesuatu yang mahal — by the way gue orangnya perhitungan.

Tahun lalu dia udah ngasih tau gue dari awal tahun kalo dia pengin nonton film Detective Conan yang baru. Dan dengan bodohnya, gue ini lupa. Karena biasanya gue nonton Detective Conan bareng Yoda. Temen gue, Yoda, kebetulan lagi gak bisa nonton juga. Jadi, ya, gak ada yang mengingatkan.

Setidaknya gue akhirnya bisa mentraktir adek gue tanpa harus memikirkan biaya, karena ya, gue sangat bersyukur dengan rezeki yang gue terima.

Semoga nanti bisa nonton Detective Conan. Tanpa gue harus mendobrak pintu lagi.

#30haribercerita
#30HBC1902
#30HBC
#30HBC19

Tuesday, 1 January 2019

Gangguan Terindu


"Abang mau apa? Es krim? Ayam Kentucky? Mainan?"

Nyokap emang selalu suka beliin gue apa aja, selama bermanfaat. Tapi Nyokap lebih suka beliin gue makanan.

Hari ini gue baru aja minta maaf. Kayaknya emang setiap hari suka bikin Nyokap gue kesel. Karena ya, gue suka entar-entaran kalo disuruh.

Orang terprotektif di dunia ini, menurut gue itu Nyokap. Ini itu harus ditinjau, diperiksa, diteliti. Berbeda sama Bokap yang selalu oke dan fleksibel orangnya.

Dulu pernah gue ijin kemana, perginya kemana,"Ma, Rendy mau beli flashdisk dulu ya.."

Nyokap dengan nada tegasnya,"Beli dimana? Sama siapa?"

Gue bilang kalo gue mau pergi ke mall yang kebetulan dekat dengan rumah bersama temen gue, Ricko. Dan ya, gue sebenernya pergi ke Bogor, rumah temen gue, Rizik. Rizik dan Ricko ini temen trio gue di SMP. Kami suka disebut Three R.

Sampai gue kuliah, Nyokap juga masih protektif. Temen-temen gue juga gak percaya kalo Nyokap gue seprotektif itu. Meski pun sekarang sudah berkurang, tapi tetep aja, gue jadi terbiasa tanpa diberitahu lagi.

Menurut gue, Nyokap adalah gangguan yang selalu gue rindukan setiap saat.
.
#30haribercerita
#30HBC1901
#30HBC
#30HBC19